Tips Kelola Uang Saat Pandemi Covid-19

Bandar Lampung, -Memiliki dana darurat menjadi sesuatu yang penting di masa pandemi virus corona (Covid-19) saat ini. Sebab, kita tidak tahu lama masa pandemi. Banyak pelaku bisnis yang mengalami penurunan penjualan atau produksi sehingga berimbas terhadap penghasilannya.

Begitu pula para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), jika tidak ada dana darurat akan kebingungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Pentingnya dana darurat itu, kalau ada kondisi pandemi ini lagi tidak akan kaget,” ujar Asisten Manajer II PT Pegadaian (Persero) Rika Gunawan dalan webinar virtual Festival Youth yang dihelat selama 2 hari, 17-18 Oktober 2020.

Terdapat sejumlah tips bagaimana cara mengelola dana darurat. Yaitu, mengelola alokasi keuangan dengan pembagian 50 persen untuk kebutuhan 30 persen untuk dana darurat (saving), dan 20 persen untuk bersenang-senang atau gaya hidup.

“Kita harus mulai belajar merencanakan keuangan dengan menggunakan metode 50 persen, 20 persen, 30 persen. 50 persennya untuk living. Living itu apa sih? ya seperti bayar kost, bayar listrik, makan atau punya cicilan bisa dialokasikan 50 persen dari penghasilan,” jelasnya. “Kemudian 30 persennya kenapa ada saving dan emergency fund. 30 persen ini biasanya di alokasikan untuk investasi atau menyiapkan dana darurat.

Minimal dana darurat 10 persen dari penghasilan kita sisihkan,” lanjut Rika. Lalu, bagaimana mengelola dana darurat bagi yang berstatus belum menikah alias single?
Dia mengusulkan penghasilan yang didapatkan agar dialokasikan 6 kali lipat atau lebih dari 30 persen.

“Kalau kita masih single, justru kita harus menyiapkan dana darurat enam kali dari pengeluaran kita,” ujarnya. Uang Sementara, yang sudah menikah atau memiliki anak, harus disisihkan lebih banyak ke tabungan maupun instrumen investasi lainnya. Seperti menabung emas.

“Bagaimana yang sudah menikah dan punya anak? Di sini penting sekali kita menyiapkan dana darurat itu sendiri. Mungkin kita bisa menyisihkan ke tabungan. Mungkin juga ada beberapa instrumen yang bisa digunakan untuk mengalokasikan dana darurat di tabungan, reksa dana pasar uang, ada logam mulia,” saran dia. Dia pun mengingatkan, untuk memilih instrumen investasi sebagai dana darurat, harus memperhatikan likuiditas serta pengaruhnya inflasi.

“Balik lagi nih ketika kita memiliki instrumen yang tepat untuk apa namanya darurat, kira-kira jangan sampai apa yang sudah kita simpan dan alokasikan akan tergerus oleh inflasi. Itu salah satu kuncinya,” katanya.